Selamat Datang di Blog RBM Lombok Utara. Alamat Sekretariat: Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara-NTB
Tampilkan postingan dengan label Berita Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

BKAD Bayan Kawal Semua Program PNPM-MPd dan GSC


Lombok Utara - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan dan Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM-MPd – GSC) perlu dikawal dengan baik sehingga hasil kerja program sesuai harapan masyarakat.
Rizal Bapadal (Ket. BKAD Kec. Bayan) ketika menerima tropi penghargaan dari Wabup KLU
RHal inilah yang terus dilakukan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bayan sejak dibentuk tahun 2007 lalu. Sehingga tak heran BKAD kecamatan Bayan memperoleh berbagai penghargaan yang salah satunya adalah penghargaan dalam even jambore Ruang Belajar Masyarakat (RBM) KLU pada tahun 2012 lalu yang diserahkan oleh Wabup KLU sebagai BKAD terbaik pertama di bumi Tioq-Tata-Tunaq ini.
Rizal Bapadal, A.MPd selaku ketua BKAD Kecamatan Bayan, ketika ditemui di Primadona FM, 19/3/13 mengaku, keberhasilannya mengawal program ini tidak lepas dari kerjasama dengan semua elemen masyarakat ditingkat desa dan kecamatan. “Kami sebagai BKAD adalah sebagai wujud keterwakilan masyarakat Kecamatan Bayan untuk mengakomodir perencanaan pembangunan secara partisipatif sekalgus pengawasan yang berbasis masyarakat”, kata Rizal.

Ditanya soal jalinan kerjasama antar BKAD dengan para pelaku PNPM ditingkat Kecamatan Bayan ataupun dengan pelaku ditingkat desa,  menurut Rizal, pihaknya terus melakukan koordinasi dan komunikasi antar semua pelaku untuk melakukan penyusunan program dan pengawasan serta pembinaan secara partisipatif.

Dikatakan, untuk melakukan pembinaan,  pengurus BKAD Kecamatan Bayan secara terencana dan priodik turun ke lapangan untuk melakukan pembinaan, baik terhadap pengurus TPK PNPM ataupun terhadap kelompok Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) terutama kelompok bermasalah. Hasilnya, banyak kelompok yang bermasalah dapat ditangani dengan baik.

Dari semua kegiatan yang dilakukan, tak heran, bila BKAD Kecamatan Bayan meraih penghargaan sebagai BKAD terbaik I di Kabupaten Lombok Utara. “Memang terbentuknya BKAD merupakan pioneer PNPM, namun lebih dari itu sesuai dengan PP 72 Tahun 2007 tentang desa mengamanahkan agar kelak BKAD terlibat lebih maksimal dalam program selain PNPM”, jelas Rizal yang juga sebagai sekertaris RBM KLU ini.

Keterlibatan BKAD ini, lanjut Rizal, dibuktikan dalam proses perencanaan baik itu ditingkat desa, kecamatan ataupun ditingkat kabupaten, seperti Musrenbang-Des, Musren Kecamatan dan Musrenbang RKPD.






Baca Selengkapnya

Sabtu, 09 Maret 2013

PNPM Bayan Bantu Orangtua Jompo dan Anak Yatim

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Minggu 3/3/13 kemarin memberikan bantuan kepada orang tua jompo, anak yatim dan anak khitanan.

Demikian dikatakan ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bayan, Rizal Bapadal, A.MPd kepada suarakomunitas.net 4/3/13. Menurut Rizal bantuan tersebut diambilkan dari dana sosial Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM-MPd.

Dana tersebut disalurkan kepada orangtua jompo dan anak yatim ditiga desa yaitu, 123 orangtua jompo dan anak yatim di Desa Senaru dengan total bantuan Rp. 7,1 juta, 285 orang di Desa Sukadana dengan total Rp. 9,7 juta, dan 11 orang anak khitanan di Desa Akar-Akar dengan dana sebesar Rp. 900 ribu.

Bantuan berupa sembako tersebut diserahkan langsung kepada yang berhak menerimanya di masing-masing desa, sebagai bentuk kepedulian PNPM terhadap warga yang kurang mampu yang ada di sekitar Kecamatan Bayan. (Ari)


Baca Selengkapnya

UPK PNPM Kayangan Gelar MAD Tutup Buku

Kayangan, Musyawarah Antar Desa (MAD) Tutup Buku Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Kayangan tahun buku 2012 berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan, Rabu (3/01/2013).

Dalam MAD Tutup Buku UPK PNPM Kayangan ini di hadiri oleh Camat Kayangan, Muspika, Faskab KLU, FT, FK,TPK,Kepala Desa dan para Kader Desa se Kecamatan Kayangan serta undangan lainnya.

Camat Kayangan yang diwakili Sekcam Sukadi,S.Sos dalam pengantarnya sangat mengapresiasi kegiatan PNPM yang telah berhasil dalam melaksanakan programnya selama setahun berjalan.Keberhasilan Program PNPM selama ini sangat nyata di rasakan masyarakat.Sebab secara keseluruhan para stackholder program yang menasional ini sangat bagus pelaksanaannya,mulai dari tingkat yang paling bawah proses demi proses dilaksanakan dengan teliti.

Sebagai pelaksana program PNPM, maka Sekcam asal Tanjung ini meminta kepada UPK PNPM Kayangan, bahwa dalam MAD Tutup Buku kali ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban yang harus dijalankan. Sebab bagaimana pun Musyawarah Antar Desa (MAD) tutup buku tahun 2012 yang digelar Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban setelah mengemban amanah selama setahun berjalan.
Selanjutnya Sukadi menyatakan, bahwa dari pelaksanaan MAD tutup buku ini, nantinya akan diketahui perjalanan UPK yang mengelola dana kelompok Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP), apakah berjalan mulus atau banyak hambatan yang terjadi. Hal ini perlu dipertanggngjawabkan, baik secara materi maupun secara administrasi, karena Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) itu merupakan program pemerintah yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan.
Ketua UPK Kecamatan Kayangan Edy Kartono,SE mengatakan, dari 239 jumlah kelompok SPP yang ada, terdapat 58 kelompok SPP yang bermasalah yang tersebar diseluruh desa dan yang paling banyak kempok SPP yang bermasalah adalah desa Santong yaitu 19 kelompok.
Dikatakan Edy Kartono, banyaknya kelompok SPP yang bermasalah ini disebabkan karena tunggakan macet.Namun diantara 58 kelompok yang bermasalah tersebut ada pula yang sudah menyelesaikannya di awal tahun ini.Sehingga diharapkan dalam waktu dekat, kelompok SPP bermasalah lainnya bisa menyelesaikan tuggakannya.
Untuk mengatasi kelompok SPP bermasalah tersebut sangat dibutuhkan peran serta dan kerja keras semua pihak,terutama para pelaku PNPM dalam bekerja di wilayah ini. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya penyelewengan dana SPP yang tidak diinginkan.

Pada kesempatan MAD tutup buku tahun 2012 tersebut, Ketua UPK Kecamatan Kayangan, Edy Kartono,SE memamparkan perkembangan dana SPP. Dari modal RP. 5.179.500.000 pada saat tutup buku tahun 2011 lalu meningkat menjadi 9.155.500.000 pada saat tutup buku tahun 2012.Jadi ada peningkatan 3.976.000.000 yang bergulir di 212 kelompok tahun 2011 dan meningkat menjadi 239 kelompok pada tahun 2012 atau 2.367 anggota.
Dijelaskan Edy Kartono, resiko pinjaman pada tahun 2011 sebesar 171.134.295 atau 11,49%. Dari pengelolaan SPP tersebut, surplus laba pada saat tutup buku tahun 2011 dapat di alokasikan sebesar 210.524.514 dan alokasi laba yang dibagi pada tahun 2011 sebesar 125.367.159.

Pada tanggal 31 Desember 2012 tingkat pengembalian UPK Kayangan sebesar 94,06 %. Jadi pada tahun ini UPK Kayangan mengalami peningkatan pengembalian, sehingga pada tahun ini UPK Kayangan mendapatkan bonus. Adapun besaran cadangan resiko pada tahun 2011 sebesar 171.134.295 yang pada tahun 2012 meningkat sebesar 173.270.930, jadi ada peningkatan jumlah pinjaman yang macet sebesar 2.136.635.Sedangkan alokasi pembagian surplus selama tahun 2012 tersebut di dasarkan atas perhitungan laporan laba rugi microfinance yang telah dibuat pihak UPK.
Pendapatan (pengembalian SPP dan pendapatan non oprasional) sebesar 533.990.149, sedangkan biaya pengeluaran oprasional dan non oprasional sebesar 151.434.894, sehingga surplus laba bersih untuk tahun 2012 sebesar 382.555.255 (laba bersih bersumber dari pendapatan dan bungan bank).”Inilah laba yang masuk dalam pembagian alokasi surplus tahun 2012,”tandas Edy Kartono.
Untuk lebih jelasnya, Edy Kartono menjelaskan bahwa, alokasi pembagian laba atau pendapatan per Januari hingga Desember 2012 terdiri dari Surplus laba bersih sebesar 382.555.255, resiko pinjaman tahun 2012 sebesar 173.270.930, dan resiko pinjaman tahun 2011 sebesar 171.134.295 (sebagai dasar untuk mempertimbangkan alokasi penggunaan surplus), alokasi laba dibagi sebesar 380.418.620 dan alokasi laba tidak dibagi sebesar 2.136.635 serta alokasi laba yang langsung masuk surplus ditahan sebesar 168.997.660.
Sehingga alokasi laba bersih yang dibagi sebesar 380.418.620, dengan ancer-ancer pertama melihat dari kinerja UPK dapat meningkatkan dana bergulir yang dibuktikan dengan tingkat pengembalian diatas 93 % yang ditargetkan Provinsi NTB. Dan tingkat pengembalian UPK Kayangan sebesar 94,06 % per 31 Desember 2012, maka bonus UPK tahun 2012 dapat diberikan maksimal 2 kali gaji pokok.
Dari alokasi laba bersih yang dibagi sebesar 380.418.620 tersebut diberikan untuk tambahan modal UPK sebesar 73,5 % (279.607.686), untuk penguatan kelembagaan UPK sebesar 10 % (38.041.862), dan bonus pengurus UPK diberikan 1,5 % (5.706.279) serta untuk dana social diaberikan 15 % (57.062.793).Sehingga posisi laba ditahan tahun 2011 sebesar 450.741.981 dan posisi hutang UPK tahun 2012 sebesar 100.810.934.(Eko)
Baca Selengkapnya

Minggu, 20 Januari 2013

Koordinasi dan Komunikasi Jimat Ampuh Mengatasi Kelompok SPP Bermasalah

Bayan, suarakomunitas.net - Membangun koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak untuk mengatasi berbagai persoalan, terutama yang terkait dengan kelompok Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) sangat diperlukan, dan dapat dikatakan sebagai jimat ampuh untuk mengatasi kelompok-kelompok SPP bermasalah ditingkat desa.

Hal inilah yang dilakukan oleh para pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Kecamatan Bayan ketika terjadi beberapa kelompok SPP bermasalah. Karena menurut hasil audit dari BPKP tahun 2010 tercatat ada beberapa kelompok SPP bermasalah yang berada di tiga desa, yaitu desa Bayan, Karang Bajo dan desa Sukadana. Akibatnya, tim PNPM-MPd dari provinsi NTB memberikan warning kepada para pelaku PNPM kabupaten dan kecamatan, yang bila tidak mampu menyelesaiakannya, Kecamatan Bayan akan masuk katagori SPP bermasalah, dan program Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) tidak akan diberikan.

“Temuan BPKP tahun 2010, kelompok bermasalah ditemukan ditiga desa dengan nilai sekitar Rp. 224 juta, sehingga ada warning dari tingkat provinsi, bila tidak mampu diselesaikan kelompok SPP bermasalah ini, kita tidak akan lagi mendapat program BLM dari PNPM. Dan tentu hal ini bukan saja berimbas  terhadap kecamatan Bayan, tapi juga sampai ditingkat Kabupaten Lombok Utara (KLU)”, kata ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bayan, Rizal Bapadal, A.MPd.

Untuk mengatasi hal tersebut, menurut Rizal Bapadal,  pada bulan November 2012, pihak BKAD kerjasama dengan semua unsur, seperti  membentuk tim penyehat. Tim penyehat ini pada awalnya diberikan tugas membangun koordinasi dan komunikasi dengan para pelaku PNPM ditingkat kecamatan dan desa, termasuk dengan pemerintahan desa yang terdiri dari kepala desa, BPD, TPMD dan lembaga lainnya. Sementara tim dari BKAD yang terdiri dari ketua, Rizal Bapadal, sekertaris, M. Katur serta bendahara, Ritanom membagi wilayah untuk mendatangi kelompok SPP bermasalah secara kekeluargaan dengan tim penyehat ditingkat desa.

“Setelah kita turun ke lapangan mendatangi kelompok SPP bermasalah, ternyata ada sebagian kelompok kita temukan setorannya lancar bahkan lunas, tapi setoran anggotanya itu digunakan oleh ketua kelompoknya untuk kepentingan pribadi. Jadi tunggakan itu bukan pada anggota kelompok, tapi setoran itu disalahgunakan oleh ketua kelompok SPP itu sendiri”, jelas Rizal Bapadal yang juga duduk sebagai sekertaris Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Lombok Utara ini.

Anehnya, sambung Rizal, yang menyalahgunakan setoran anggota kelompoknya itu adalah termasuk katagori orang-orang yang dapat dikatakan mengerti tentang program. Karena di kelompok SPP bermasalah ini, ada yang menjadi istri guru, istri Kadus, bahkan ada mantan istri Kades, yang seharusnya mereka ini dapat memberikan pencerahan  kepada masyarakat.

Dari hasil evaluasi tim penyehat kelompok SPP bermasalah, 4 Desember 2012 lalu, tunggakan yang masuk katagori kolek V , dari Rp. 224 juta mampu menurun menadi  Rp. 58 juta. Namun sisa tunggakan itu dinilai masih tinggi, sehingga pihak BKAD  melakukan koordinasi dengan Camat Bayan, Pahri, S.Pd. Dari hasil koordinasi dan komunikasi tersebut, camat Bayan mengundang orang-orang yang dinilai menyalahgunakan dana SPP pada tanggal 4 desember 2012.

Selain itu Faskab PNPM KLU juga langsung turun ke lapangan untuk melakukan previkasi dan pembinaan terhadap kelompok bermasalah, dan kelompok dan ketua yang menyalahgunakan setoran anggotanya berkomitmen untuk mengembalikan uang tersebut. Dengan adanya kolaborasi untuk mengatasi SPP bermasalah ini, sehingga tunggakan itu bersisa sekitar Rp. 24 juta.

Dikatakan, dari hasil pertemuan yang dilakukan dengan camat Bayan, yang dihadiri kepala desa, BPD serta para pelaku PNPM dan oknum yang dinilai menggunakan dana SPP untuk kepentingan pribadinya berlangsung secara kekeluargaan. Diantara ketua kelompok SPP tersebut ada yang mengaku khilaf telah melakukan penyelewengan dana, tapi ada juga yang beralasan kalau dana SPP itu masih di anggota kelompoknya. “Namun yang jelas komitmen mereka untuk mengembalikan dana tersebut  yang patut kita banggakan, karena diantara 14 orang bermasalah tersebut sudah ada yang melunasi setorannya. Ternyata koordinasi dan komunikasi dengan pemerintahan desa itu cukup bermamfaat”, terang Rizal. 

Ketika ditanya bagaimana respon orang-orang bermasalah ini ketika bertandang kerumahnya? Menjawab pertanyaan tersebut, Rizal mengaku, respon mereka cukup baik, karena tim penyehat ini datang dengan tujuan silaturrahmi sekaligus melakukan pembinaan dan menanyakan penyebab terjadinya keterlambatan pelunasan tunggakannya. Dan penyebab utama keterlambatan pelunasan dana SPP, rata-rata berlasan karena paktor ekonomi.

Sementara ketua UPK Kecamatan Bayan, R. Kertawadi, SH ketika ditemui di ruang kerjanya mengaku masih adanya oknum yang menyalahgunakan setoran anggota kelompoknya yang saat ini telah dapat diatasi oleh tim penyehat yang terdiri dari BKAD, tim previkasi, UPK dan BP-UPK  yang berkejasama dengan pemerintahan desa. “Alhamdulillah sudah ada yang lunas. Sementara yang belum lunas tetap berkomitmen untuk menyetornya. Insya Allah bulan ini kita akan usahakan sudah bias tuntas”, katanya.

Atas keberhasilan para pelaku PNPM-MPD kecamatan Bayan menyelesaikan kelompok SPP bermasalah ini, besar kemungkinan akan dijadikan sebagai pailot proyek. “Saya dengar kabar, tim provinsi NTB akan datang ke UPK kecamatan Bayan, karena dinilai berhasil mengatasi kelompok SPP bermasalah”, pungkas Rizal Bapadal.(ari)

Baca Selengkapnya

Sabtu, 19 Januari 2013

Bupati KLU Menilai, Rabat Jalan PNPM Santong

Kayangan, RBMKLU -  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Desa Santong Kecamatan Kayangan KLU, dinilai sangat berdampak positif karena telah berhasil melaksanakan program yang telah di tetapkan.

Kehadiran PNPM MPd di seluruh pelosok tanah air Indonesia selama ini sangat dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat. Banyak keberhasilan-keberhasilan yang ditorehkannya dalam perannya mensejahterakan kehidupan masyarakat,terutama di Perdesaan. Sehingga keberadaannya ini diharapkan dapat berlanjut secara terus menerus.

Melalui berbagai kegiatan PNPM-MPd di Desa Santong telah memberikan dampak terhadap keberhasilan dan kemajuan daerah. Pasalnya, program PNPM-MPd tahun 2012 khususnya Desa Santong telah berhasil mengembangkan program pengerasan jalan (rabat) menuju Dusun tradisional Santong Asli sepanjang 1,250 m dengan total anggaran 294.281.000,

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam kunjungan kerjanya,Selasa (15/01/2013) untuk melihat langsung hasil-hasil pembangunan di wilayah tersebut menilai cukup berhasil.Ini merupakan suatu hasil yang sangat baik karena bisa dikerjakan dengan maksimal. “Saya ucapkan terima kasih kepada pihak PNPM dan seluruh masyarakat yang terlibat didalamnya yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga hasil pembangunan rabat jalan menuju ke Dusun Tradisional Santong Asli ini kondisinya sangat bagus,”katanya.

Keberhasilan suatu program, tentunya tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat sekitarnya. Lebih-lebih ini merupakan kegiatan PNPM-MPd yang keberadaannya sangat di nantikan oleh masyarakat, maka tentu dalam menyelesaikan pekerjaannya juga membutuhkan pengakuan masyarakat. Tanpa itu semua, kemungkinan program tidak bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan yang di harapkan.

Kegiatan PNPM dari sejak tahun 2009 hingga akhir 2012 lalu, secara keseluruhan dari hasil evaluasi pihak terkait, Desa Santong ini adalah salah satu desa yang terbaik dalam pelaksanaan program PNPM, jika di bandingkan dengan desa yang lainnya yang ada di Kecamatan Kayangan..

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam kunjungan kerjanya pada hari ke-4 diwilayah Kecamatan Kayangan tersebut, berharap agar program kegiatan yang dilaksanakan PNPM atau apapun namanya di masa mendatang, supaya tidak berakhir hingga disini. ”Teruskan program ini, karena manfaatnya sangat banyak dirasakan oleh masyarakat, ”tandasnya, sambil menanda tangani sebuah prasasti di pintu gerbang masuk ke Dusun Tradisional Santong Asli.

Kegiatan PNPM rabat jalan menuju Dusun Tradisional Santong Asli tersebut di dukung dengan swadaya masyarakat, sehingga kualitas jalannya sangat bagus.Bupati menilai pekerjaan PNPM rabat jalan tersebut sangat bagus.”Ini patut di contoh oleh UPK dan TPK yang lain di daerah ini,”cetusnya.

Disamping meninjau rabat jalan menuju Dusun Tradisional Santong Asli tersebut, Bupati juga meninjau gedung perpustakaan dan RKB SDN 2 Santong yang baru rampung akhir tahun 2012 lalu. Usai meninjau di tempat itu, perjalanan pun di lanjutkan untuk meninjau Puskesmas Santong yang masih dalam tahap penyelesaian.(Eko)
Baca Selengkapnya

Bank Dunia Apresiasi Kegiatan Kelompok SPP di Terengan

Pemenang, RBM - Tim Bank Dunia  terdiri tiga orang yang berkunjung ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) baru-baru ini memberikan apresiasi terhadap kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Terengan, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang yang membuat berbagai hasil kerajinan tangan. Prospek kerajinan yang dihasilkan cukup bagus, tinggal pemasaran produk yang perlu diupayakan oleh pengurus bersama anggota kelompok SPP.

Kunjungan tim Bank Dunia, kata Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Pemenang Timur, Sulaefi menjelaskan kunjungan dari Bank Dunia itu guna melihat dari dekat hasil kerajinan yang dikerjakan oleh anggota kelompok SPP ‘’Tunas Maju’’ Terengan. Mereka membuat gelang tangan dengan bahan baku dari benang, kulit dan mutiara. Tim dari Bank Dunia memberikan masukan agar masalah

pemasaran menjadi perhatian serius pengurus kelompok. Mereka melihat peluang pasar hasil kerajinan gelang cukup bagus.

‘’Rombongan dari Bank Dunia tiga orang. Mereka tertarik dan sempat membeli gelang tangan yang dihasilkan angota kelompok SPP Terengan,”ujar Sulaefi didampingi Sekretaris TPK Desa Pemenang Timur Izan Apifi.

Ada 19 kelompok SPP di Desa Pemenang Timur  terdiri atas pedagang bakulan dan pedagang keliling. Tiap kelompok beranggotakan antara 5 sampai 12 orang, tiap anggota mendapatkan bantuan modal usaha Rp 1 juta- Rp 2 juta. Dana pinjaman itu dikembalikan dalam jangka waktu sepuluh bulan dengan bungan 1,5 persen. Selama ini pengembalian pinjaman oleh angggota berjalan lancar. 
 
Dana itu dikembalikan ke Unit Pengelola Kegiatan (UPK) yang ada di tingkat kecamatan. Total dana PNPM di Desa Pemenang Timur Rp 799. 379.100, dengan alokasi untuk SPP Rp 218.500.000, pembangunan 2 buah gedung TK Rp 330.257.000 dan pembangunan beronjong di kali Karang Montong sebesar Rp 210.655,000.

Menurut Sulaefi, pembangunan bronjong sepanjang  180 meter dengan dana Rp 210.655 untuk pengaman kali Karang Montong mengingat kondisi kali itu makin melebar. Awalnya kali ini lebar hanya 1 meter, kini menjadi 10 meter akibat aliran air banjir setiap musim penghujan tiba. Bronjong yang dikerjakan berfungsi memperkuat bibir kali dan mencegah terjadinya longsor setiap musim penghujan. Kecuali itu, untuk mengamankan permukiman penduduk yang berada dekat kali. Sebab, sebelum ada bronjong, setiap musim penghujan tiba kondisi bibir kali kerap tergerus oleh air kali.

‘’Dengan adanya bronjong rumah warga aman dari banjir kali.  Memang belum sempat rumah warga hanyut setiap ada banjir. Awalnya lebar kali hanya 1 meter, sekarang jadi 10 meter,’’terangnya.

Untuk program SPP, jelasnya sedang berjalan, sedangkan pengembaliannya oleh kelompok disetor ke unit pelaksana kegiatan (UPK) di tingkat kecamatan. Ketua UPK Kecamatan Pemenang H. Hamzan Wadi menerangkan saldo pinjaman di Pemenang Timur sebesar Rp 525.600.000. Tingkat  pengembalian pinjaman di Kecamatan Pemenang yang meliputi 4 desa sekitar 94,3 persen. Anggota kelompok yang nunggak diberikan tenggang waktu mengembalikan pinjamannya tergantungkesepakatan kedua belah pihak. ‘’Tidak lebih dari 10 bulan pinjaman itu dikembalikan. Kita berusaha menekan selama 2 bulan,’’kata Hamzan Wadi.
 
Program GSC di Pemenang Timur  dilakukan dengan mengadakan penyuluhan masalah kesehatan bagi masyarakat setempat. Materi penyuluhan menyangkut berat badan anak, ibu hamil dan menyusui, masalah gizi bagi balita dan cara membuat makanan yang bergizi. Balita BGM selama 2010 dan 2011udah banyak yang mengalami perubahan. (sam)
Baca Selengkapnya

TPM se-Lombok Utara Ikuti Training Of Trainer

Tanjung, RBM - Guna meningkatkan pengetahuan para tim pelatih masyarakat (TPM), dilangsungkan Training Of Trainer (TOT) diikuti peserta se-Kabupaten Lombok Utara (KLU). Acara yang berlangsung baru-baru ini di Aula Kantor Camat Tanjung dengan menghadirkan spesialis training Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri Perdesaan (PNPM- MPd) dari NTB,  Lukman Taufik.

Menurut Lukman kegiatan ini bertujuan bagaimana peserta mengetahui komunikasi  nonforbal , karena melatih orang dewasa banyak bahasa isyarat atau gerak-gerik yang mereka pahami dan mendesain modul secara standar. Pentingnya modul, sebagai bahan mengajar masyarakat, sebagai bahan apa yang akan diajarkan. Karena itu, jelasnya peserta TOT dilatih bagaimana membuat modul.

Setelah mengikuti TOT selama 2 hari, peserta akan melatih masyarakat dan aparat. Kegiatan seperti ini,  juga berlangsung di semua kabupaten yang diadakan oleh Ruang Belajar Masyarakat (RBM,) bernaung di bawah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-M.Pd). Tenaga TPM, kata Lukman yang akan memberikan pelatihan bagi masyarakat dan aparat tentang program RBM.

Ketua RBM Sinarto menyatakan peserta TOT ini akan memberikan pelatihan terhadap peserta di kecamatan. Dari kegiatan ini diharapkan kepada peserta mampu memfasilitasi dan menylenggarakan pelatihan di kecamatan  bahkan sampai ke tingkat desa. Setelah kegiatan selama dua hari ini, peserta harus melahirkan modul lokal sesuai dengan standar nasional. Inilah yang akan dipakai sebagai acuan dalam memberikan pelatihan ke masyarakat. Setelah acara ini, sambungnya akan diadakan Whork Shop modul  yang mana dalam acara itu peserta akan mempresentasikan bentuk modul sekaligus disempurnakan pada acara Whork Shop tersebut.    

‘’Rencana Whork Shop modul pada Januari. Pesertanya dari kecamatan, pelaku program, pengawas, tim verifikasi, unit pelaksana kegiatan (UPK) dan tim pelatih dari kecamatan. Saat itu juga dilakukan evaluasi program peserta sekaligus sempurnakan modul,’’kata Sinarto.        

Setelah Whork Shop modul diselenggarakan, pelatihan lanjutan yang rencananya diadakan selama 2 hari, diikuti pelaku program dari tingkat kecamatan dan desa. Modul yang dihasilkan terdiri atas advokasi, media, SDM atau monitoring CB, dengan empat orang sebagai nara sumber.   Sinarto berharap TPM yang ada ini mampu menjadi pionir dalam menfasilitasi kegiatan-kegiatan. Dengan munculnya mereka ini (TPM,red) keberhasilan TPM dapat dilihat dari kegiatan yang dilaksanakan.

‘’Dengan lahirnya tim pelatih yang ada sesuai dengan kebutuhan, berarti RBM yang ada dapat berjalan. Peserta TOT dari unsur pelaku program di kecamatan atau tim pelatih kecamatan dan digabung dengan tim pelatih di tingkat kabupaten. Di kecamatan ada 3 TPM, mereka punya bidang-bidang seperti bidang media, advokasi dan CBM,’’ujar Sinarto.

Koordinator PNPM-MPabupaten Lombok Utara, Baiq Rita Arianti berharap karena TOT merupakan tenaga training untuk pelatih yang bertugas melatih masyarakat, sehingga kita tidak menunggu tenaga training dari pihak lain. Peserta TOT juga bisa menciptakan modul dan tidak usah ke luar mencari modul yang dibutuhkan.  Pelatihan berikutnya akan diselenggarakan pada Januari 2013, mereka ini akan melatih masyarakat. (sam)


Baca Selengkapnya

Rabu, 16 Januari 2013

Pokja RBM KLU Gelar Rapat Koordinasi

KLU, RBM - Terkait dengan akan digelarnya workshop modul, pada bulan Januari 2013, pengurus Pokja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Kabupaten Lombok Utara menggelar rapat koordinasi  di sekretariat RBM, 15/1/13.

“Pertemuan ini kita gelar selain untuk mengumpulkan modul yang sudah disusun oleh masing-masing koordinator, seperti CBM, Media dan Advokasi, juga kita membahas persiapan yang terkait dengan workshop modul”, kata ketua Pokja RBM, Sinarto, S.Pd.

Sinarto mengaku, semua koordinator sudah mengumpulkan modulnya untuk dibahas pada acara workshop yang direncanakan minggu ketiga Januari 2013.

Sementara koordinator CBM RBM KLU membuat modul berjudul Membangun Kemampuan Masyarakat dalam Melaksanakan Pemantauan Secara Partisipatif.

Dalam kata pengantar modul tersebut disebutkan bahwa program PNPM-MP sebagai salah satu program diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat dalam proses pemberdayaan, sehingga masyarakat perdesaan dapat mengembangkan kreasi maupun inovasi baru sehingga dapat menjawab berbagai persoalan – persolan masyarakat agar dapat memperkecil tingkat kemiskinan masyarakat perdesaan.

Dalam kontek pemberdayaan, kegiatan pemantauan, pengawasan dan evaluasi yang terbaik adalah semuanya harus dilakukan sendiri oleh masyarakat itu sendiri, dalam arti diminta maupun tidak untuk melakukan pengawasan, dan pemantauan tetap harus dilakukan secara partisipatif, dengan tidak sengaja mencari-cari kesalahan. Dalam hal ini masyarakat Desa adalah pemilik proses dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh program dan masyarakatlah yang paling merasakan dampak dari program yang dilasanakan. Sehingga yang paling bertanggung jawab dalam hal pengawasan dan pemantauan adalah masyrakat penerima program tersebut.

Dalam proses pemantauan masyarakat Desa termasuk para pelaku yang ada diDesa serta para pemangku kebijakan yang ada di Desa tersebut harus mampu menemukan sendiri masalah-masalah yang terjadi sekaligus menemukan solusi bagi perbaikan program ditempatnya. Sesuai dengan prinsip-prinsip pemantauan dan pengawasan serta evaluasi yaitu tidak mencari-cari kesalahan, dan main haim sendiri karena masih dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Oleh karena itu kepedulian masyarakat untuk ikut serta secara sukarela mengawasi dan memantau semua kegiatan dalam program perlu ditumbuh kembangkan, karena kalau bukan kita sendiri yang peduli siapa lagi ?. untuk itu perlu adanya pemahaman oleh masyarakat tentang pentingnya pemantauan dan pengawasan oleh massyarakat setempat sebagai penerima manfaat. (m.syairi)



Baca Selengkapnya

Rabu, 28 November 2012

RBM KLU Gelar Lomba Menulis Cerpen dan Opini

KLU, RBM  - Pokja Ruang Belajar Masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (RBM PNPM-MPd) menggelar lomba penulisan cerpen dan opini bagi siswa tingkat SLTP dan SLTA.

Ketua Pokja RBM Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sinarto, S.Pd, ketika ditemui di sekretariat RBM, di desa Gondang Kecamatan Gangga, selasa 27/11/12 mengatakan, lomba ini digelar dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 November 2012.

“Lomba menulis ini diikuti oleh puluhan peserta dari siswa-siswi tingkat SLTP dan SLTA sederajat, yang setelah diseleksi hasil tulisannya  yang lolos masuk final sebanyak 10 peserta, yaitu 5 peserta dari tingkat SLTP dalam katagori cerpen dan 5 peserta lainnya dari tingkat SLTA dalam katagori opini”, kata Sinarto.

Lomba menulis yang diprogramkan Pokja RBM KLU ini mengambil tema: “Kepahlawanan dan prespektif kekinian”, dengan aspek penilaian terdiri dari kesesuaian tema, ide dan permasalahan yang diangkat, gaya penulisan dan penggunaan bahasa.

Sementara penilaiannya dilakukan  tanggal 23 – 27 November 2012 dengan dewan juri, Imam Safwan, S.Pd, Yusran Hadi, S.Pd dan Suharmin, S.Pd. Penilian ini dilakukan untuk menentukan empat pemenang masing-masing mata lomba.

Sinarto menilai, lomba menulis cerepen dan opini ini penting dilakukan guna mengasah keterampilan  siswa dalam menyempaikan buah piker dan olah rasa yang ada pada dirinya sebagai salah satu bentuk partisipasi dalam berbagai proses pembangunan yang ada di KLU.

“Pengumuman pemenang dan  pemberian hadiah akan kita lakukan pada hari kamis 29/11/12, yang hadiahnya berupa piagam, piala dan uang pembinaan yang akan diserahkan langsung oleh Bupati KLU, H.Djohan Sjamsu SH”, kata Sinarto.

 Sedangkan para peserta ketika dimintai tanggapannya mengaku bangga dapat mengikuti lomba penulisan cerpen dan opini, karena dapat mengasah keterampilan menulis. “Lomba seperti ini perlu dilakukan setiap tahun, yang bukan saja oleh Pokja RBM, tapi juga oleh pemerintah KLU”, kata puluhan peserta lomba.
Baca Selengkapnya

Jumat, 23 November 2012

Pembentukan Pengurus Baru TPK PNPM Desa Santong

Santong,(SK),--Setelah lebih kurang selama 3 tahun melaksanakan tugasnya, Pengurus Tim Pengelola Kegiatan (TPK-PNPM) Desa Santong Kecamatan Kayangan, mengakhiri masa tugasnya dengan dilaksanakannya pembentukan Pengurus baru TPK-PNPM Desa santong, pada hari Senin tanggal 20 November 2012, pada pukul 08 : 00 Wita, yang bertempat di Aula Kantor Desa Santong Kecamatan Kayangan.
Acara Rapat Pembentukan Pengurus Baru yang berlangsung selama lebih kurang 2 jam tersebut di hadiri oleh Kepala Desa Santong, Ketua BPD Desa Santong,semua Kepala Dusun se- Desa santong, Tokoh Agama, Masyarakat dan Pemuda Desa Santong, serta beberapa orang perwakilan dari Pengurus UPK-PNPM Kecamatan Kayangan.

Dalam sambutan awal, Muhakim ( Kepala Desa Santong ) mengungkapkan ucapan terimakasihnya kepada para Pengurus lama yang telah menjalankan tugasnya dengan baik walaupun tidak sedikit tantangan yang dialami. Dia juga menaruh harapan besar kepada Pengurus Baru yang akan terbentuk nantinya, dapat bekerja lebih transparan dan selalu melakukan koordinasi dengan pihak terkait, serta selalu kompak dengan sesama Pengurus agar tidak selalu saling mencurigai.

Sementara itu, Zaenuddin (Ketua BKAD-UPK Kayangan ) mewakili Pengurus UPK-PNPM Kecamatan Kayangan, menyampaikan harapannya kepada Pengurus Baru TPK-PNPM Desa Santong, bisa melaksanakan tugas dengan baik sesuai Topoksi masing-masing demi kelancaran Program dan Kesejahteraan masyarakat Desa santong.

Setelah Acara Pembukaan dilaksanakan, tepat pada pukul 09:00 Wita, pembentukan Pengurus Baru TPK-PNPM Desa Santong pun dilaksanakan dengan sistim Pemilihan langsung oleh peserta rapat. Sebelum acara pemilihan dilaksanakan masing-masing Kepala Dusun diberikan kesempatan mengajukan calon pengurus untuk dipilih Peserta rapat. Akhirnya terjaring sebanyak sepuluh Calon yang kemudian akan diambil sebanyak tiga orang sesuai urutan perolehan suara, untuk menjadi Pengurus Inti TPK-PNPM Desa Santong, yakni Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Setelah Proses Pemilihan dilaksanakan akhirnya : Suryadi, A.Md dari Dusun Mekarsari terpilih sebagai Ketua, Sapron Rusli,SPd sebagai sekretaris dan Lalu Muh. Kabul S.Ag. dari Dusun Sukadamai menjadi Bendahara.

Setelah terpilih sebagai Ketua, Suryadi menyampaikan sambutan singkat ; dengan semboyan yang sering diungkapkan oleh Presiden SBY, “Bersama Kita Bisa” Suryadi mengharapkan Dukungan Masyarakat serta kerjasama yang baik dengan semua pihak dan Para Pengurus, agar dapat melaksanakan Amanah yang diembannya dengan baik, untuk kesejahteraan masyarakat Desa santong.(Yudik-Eko)
Baca Selengkapnya

Sabtu, 03 November 2012

PNPM-MPd Wujudkan Impian Warga

“Warga dusun Kopang desa Karang Bajo sudah puluhan tahun memimpikan pembangunan saluran drainase, karena setiap kali air datang selalu membawa bencana, lebih-lebih pada musim hujan. Pinggir jalan tergerus, sampah masuk ke pemukiman. Kini impian warga terwujud setelah adanya perhatian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) yang membangunkan saluran dranase”.

Ungkapan tulus dari lubuk hati yang paling dalam, dikatakan Kepala dusun Kopang desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sukiono pada acara Musyawarah Desa Serah Terima (MDST)  3/11/12 di di depan kepala desa, BPD, pengurus TPK dan fasilitator PNPM kecamatan Bayan serta ratusan warga yang hadir.

Sukiono, Kadus yang cukup energik ini mengaku bersyukur atas keberadaan PNPM-MPd yang benar-benar memperhatikan apa yang diinginkan oleh warga ditingkat dusun.  Pembangunan saluran drainase dikampungnya merupakan satu bukti nyata, bahwa apa yang menjadi impian dan keluhan masyarakat selama ini  ternyata mendapat respon dari pemerintah melalui PNPM-MPd.

“Kampung kami memang kering, tapi dengan keberadaan saluran drainase ini, sekarang air sudah bisa mengalir paling tidak dua kali seminggu, sehingga warga dapat menyiram dan melakukan penghijauan di halaman rumahnya. Pokoknya keberadaan saluran drainase ini benar-benar sangat bermamfaat bagi masyarakat, karena yang kemarin tanahnya kering, sekarang sudah dapat disiram dan ditanami tanaman yang bermamfaat untuk meningkatkan ekonomi warga”, jelas Sukiono.

Terkait hasil pengawasan pelaksanaan program pembangunan saluran dranse, Sukiono mengaku cukup puas baik dari segi kualitas maupun kuantitas. “Kalau kualitas pembangunan drainase sepanjang 1050 meter, yang dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) PNPM-MPd desa Karang Bajo cukup bagus dan kuat. Demikian juga kuantitasnya, karena dari total anggaran Rp. 360, 9 juta lebih sebelum dipotong Dana Oprasiona (DO) TPK, dapat dikembangkan untuk membangun 36 jembatan  yang masuk ke gang warga. Dan ini cukup luar biasa”, katanya kagum.

Dikatakan, setelah MDST ini, dirinya selaku kepala dusun bersama warga siap memelihara saluran drainase dan membersihkan sampah-sampah yang ada di saluran. “Insya Allah kami akan terus pelihara pembangunan ini serta bergotong royong setiap hari jum’at untuk membersihkan saluran dari sampah yang terbawa air”, tegasnya dan di iakan oleh ratusan warga yang hadir.

Fasilitator PNPM-MPd kecamatan Bayan, Asrin Tombili, S.Sos, dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan pembangunan yang didanai PNPM-MPd pada tahun 2012  semuanya sudah selesai, dan terakhir yang akan melakukan MDST adalah desa Senaru. Sementara  untuk tahun 2013, sekarang sudah mulai menyusun desain draf.

MDST yang dilakukan disetiap desa, menurut Asrin, selain menyerahkan pengelolaan pembangunan  ke pemerintah desa dan masyarakat, juga diserahkan semua dokumen. “Penyerahan dokumen ini sangat penting, karena ini  terkait dengan pemeriksaan”, jelasnya.

Terkait dengan Rumah Tangga Miskin (RTM), lanjut Asrin, pihaknya melalui beberapa petugas dari PNPM sudah mulai turun melakukan pendataan. Pendataan yang dilakukan ini tidak terkait dengan bantuan raskin atau program lainnya, tapi semata-mata ingin mengetahui berapa jumlahnya  RTM di masing-masing desa. Sedangkan untuk reviu Penggalian Gagasan (Pagas)  tetap dilaksanakan melalui pintu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Des).

Sementara ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karang Bajo, Rianom, S.Sos mengatakan bangga atas hasil pembangunan yang didanai PNPM-MPd, karena semua program mendapat dukungan penuh dari masyarakat. “Saya lihat dalam semua program termasuk PNPM-MPd daya dukung masyarakat kecamatan Bayan khususnya dan KLU umumnya cukup positif dan programnya menyentuh langsung ke masyarakat bawah.

Dijelaskan, selain PNPM-MPd, juga ada program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC), yang menyentuh langsung pada kegiatan kesehatan dan pendidikan, yang semuanya bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di KLU.

Ketua TPK PNPM Karang Bajo, Syamsul Azis, S.Pt dalam laporannya mengaku, keterlambatannya melakukan MDST ini disebabkan  dananya terlambat cair. Akibatnya terdengar suara miring dari masyarakat yang seolah-olah pengurus TPK menggunakan anggaran. Padahal itu murni keterlambatan cairnya dana program. “Anggapan miring itu kita siasati dengan meminjam dana untuk menyelesaikan pembangunan saluran drainase. Alhamdulillah hari ini kita bisa serahkan hasilnya ke pemerintah desa dan masyarakat pemamfaat”, katanya.

Kepala Desa Karang Bajo, Kertamalip dalam kesempatan tersebut meminta kepada masyarakat untuk benar-benar menjaga dan memelihara hasil bangunan yang didanai PNPM. “Hari ini hasil pembangunannya sudah diserahkan oleh TPK, dan tugas kitalah untuk memeliharanya”, katanya.

Pantauan media ini menunjukkan, pelaksanaan MDST kali ini cukup berbeda dengan tahun-tahun lalu. Biasa pelaksanaannya dilakukan di kantor desa, tapi MDST kali ini dilakukan dilokasi pembangunan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain itu, dalam MDST ini, dibuka dialog yang dipandu oleh ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bayan, Rizal Bafadal.

Baca Selengkapnya

Kamis, 01 November 2012

Pokja RBM KLU Akan Gelar Temu Usaha Dan Lomba Menulis


Lombok Utara, rbm - Pokja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Kabupaten Lombok Utara, pada minggu ketiga bulan November 2012  akan menggelar temu usaha di lima kecamatan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempertemukan antar pengusaha lokal dengan kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang sudah berhasil agar bisa berkolaborasi  baik dalam bidang prosukdi maupun pemasaran  hasilnya.

“Kelompok SPP sudah banyak yang berhasil menjalankan usahanya, baik dibidang keterampilan seperti membuat kerepek ubi, pisang ataupun dibidang usaha pemeliharaan ikan tawar.  Namun kebanyakan kelompok itu mengalami kendala terutama dalam soal pemasaran”, ungkap Raden Sucipto, koordinator media RBM KLU, pada acara penetapan Rencana Tindak Lanjut (RTL) kegiatan  yang berlangsung di sekretariat RBM di Kecamatan Gangga, sore kamis 1/11/12.

Menurut Raden Sucipto, dengan memfasilitasi temu usaha antar kelompok SPP dengan para pengusaha lokal ini diharapkan akan mampu bersinergi terutama dalam pemasaran produk yang dihasilkan oleh kelompok SPP. “Pada kegiatan temu usaha yang direncanakan di semua kecamatan se KLU ini akan menghadirkan nara sumber terutama dari dinas terkait”, kata Raden Sucipto.

Kegiatan lainnya yang akan dilakukan Pokja RBM KLU, adalah menggelar lomba menulis dalam rangka menyemarakkan Hari Pahlawan 10 November 2012, yang pesertanya para siswa-siswa tingkat SLTP dan SLTA kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Dikbudpora) KLU.

“Lomba menulis ini cukup penting dilakukan untuk mengasah keterampilan para siswa, karena kelemahan kita selama ini adalah malas menulis dan mendokumentasikan kegiatan-kegiatan yang kita kerjakan”, kata Ketua Pokja RBM Sinarto.

Sementara Fasilitator PNPM Kabupaten Lombok Utara, Baiq Nurhayati menyambut baik berbagai kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan Pokja RBM KLU. “Kita berharap pengurus RBM KLU terus bersinergi menjalankan berbagai program yang telah disusun, termasuk kegiatan temu usaha dan lomba menulis bagi siswa tingkat SLTP dan SLTA”, pinta Nurhayati.

Sedangkan kegiatan RBM KLU yang sudah mulai berjalan yaitu pengelolaan blog RBM yaitu http://rbmlombokutara.blogspot.com, dan penerbitan Buletin EL-TARA serta kegiatan lainnya.


Baca Selengkapnya

Senin, 29 Oktober 2012

Musyawarah Orang Miskin di PNPM


Rumah tangga miskin telah terlibat dalam musyawarah dusun dalam memberikan usulan untuk membangun desanya, salah satunya di Desa Mejasem. Karena bagaimanapun salah satu tujuan PNPM adalah mengentaskan kemiskinan, kalau mereka tidak ikut, PNPM kehilangan relevansi.

Proses ini telah berjalan baik. Rumah tangga miskin didorong untuk merumuskan masalahnya sendiri. Lalu mencari potensi-potensi yang mungkin untuk menanggulangi masalah mereka.

Namun dalam melakukan penggalian itu membutuhkan kapasitas tertentu. Artinya masyarakat miskin perlu diberikan alat untuk berpartisipasi dengan pengetahuan baik cara berpartisipasi, pengetahuan tentang selalu ada penguasaan forum oleh orang tertentu terkait dengan kepentingannya, dan materi yang akan dibicarakan.

Maka oleh karena itu, membangun kapasitas masyarakat miskin terkait teknologi partisipasi adalah tahap paling awal yang harus diberikan, agar mereka mempunyai pengetahuan yang cukup tentang partisipasi itu sendiri, bagaimana cara pelibatannya. Kalau itu sudah dipenuhi, tingkat keberhasilan sebuah teknik partisipasi mungkin dapat menemui keberhasilannya.
Baca Selengkapnya

Jumat, 12 Oktober 2012

Hasil Pembangunan PNPM-MPd Bermamfaat Bagi Masyarakat Desa

Masyarakat mengaku, pembangunan yang didanai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) ditingkat desa hasilnya cukup nampak dan bermamfaat bagi masyarakat luas. Karena selain membangun fisik, juga PNPM terus berupaya meningkatkan sumber daya  melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan bagi kader dan kelompok-kelompok masyarakat baik ditingkat dusun, desa, kecamatan ataupun ditingkat kabupaten.

PNPM ternyata bukan saja bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan mengurangi pengangguran, tapi juga memperhatikan bidang kesehatan dan pendidikan melalui PNPM Generasi Sehat dan Cerdas. Bidang kesehatan PNPM terus berupaya membantu pemerintah menurunkan angka anak gizi buruk dan gizi kurang dengan memberikan bantuan makanan bergizi bagi anak-anak yang kurang mampu.

Penyediaan sarana dan prasarana kesehatan terus dibangun, seperti Polindes tempat ibu hamil bersalin, Posyandu  dan lainnya. “Hasil pembangunan yang didanai PNPM hasilnya cukup bermamfaat bagi masyarakat, karena semua kegiatannya melalui proses persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelestarian sesaui dengan azas “dari-oleh dan untuk masyarakat”, kata puluhan warga Lombok Utara.

Dibidang pendidikan,  PNPM-MPd  ikut membantu pemerintah yang bukan saja membangun sarana dan prasarana, tapi juga mendorong peningkatan sumber daya  melalui pemberian bea siswa atau bantuan lainnya kepada siswa yang kurang mampu.

Salah satu kegiatan yang didanai PNPM dalam hal pendidikan dasar bagi anak usia dini seperti pembangunan beberapa gedung PAUD di Kabupaten Lombok Utara.  Sebut saja pembangunan PAUD Murmas  di Dusun Kertaharja Desa Genggelang Kecamatan Gangga yang diresmikan langsung oleh gubernur Nusa Tenggara Barat,  Dr. TGH. M. Zainul Majdi  yang dibangun diatas lahan 6000 meter persegi.

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu, SH dalam beberapa kesempatan menjelaskan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM-MPd) adalah program Pemerintah Pusat untuk kemajuan pembangunan di pedesaan pada segala bidang guna meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
  
Dijelaskan sejumlah 72 Milyar lebih  dana PNPM-MPd dari Pemerintah Pusat di Kabupaten Lombok Utara telah disiapkan dan dari angka tersebut dialokasikan sejumlah 55% untuk prasarana umum, 14,33 % untuk Prasarana Pendidikan 16, 2% untuk prasarana kesehatan dan 14,7% untuk SPP.

Sementara Gubernur Prov. NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar selalu mejaga  kekompakan dalam hal kebaikan serta menjaga semua pasilitas umum yang telah dibangun termasuk Gedung Paud yang nantinya akan dijadikan tempat untuk menimba ilmu bagi anak anak usia dini  sehingga menjadi generasi penerus yang memliki ahlaq mulia cerdas dan beriman.

’’Apa yang kita contohkan pada anak-anak kita akan masuk pada prilakunya oleh karenanya berikanlah yang terbaik”. pesanya. Dikatakan bahwa kegiatan simpan pinjam bagi kelompok perempuan PNPM-MPd di Kabupaten Lombok Utara adalah termasuk yang terbaik di tingkat Prov. NTB dengan tingkat pengembaliannya hingga mencapai angka 93 %.

Dari berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan PNPM-MPd, di desa, perlu mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk didalamnya ikut mengawasi dan melestarikan pembangunan yang didanai PNPM. Karena kalau tidak kita yang mengawasi dan melestarikan siapa lagi? Dan kalau tidak mulai dari sekarang kapan lagi?

Baca Selengkapnya

TPK PNPM - MPd Desa Santong Bangun 2 unit MCK

Santong ( RBM ) – Ketua Pelaksana Kegiatan ( PK ) PNPM-GSC Desa Santong, Saprudin, S.Pd mengungkapkan kebanggaannya atas antusias warga dalam merealisasikan program PNPM Generasi Sehat dan Cerdas ( GSC ) di Dusun Mekarsari dan Santong asli Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.
Hal ini diungkapkannya disela-sela pembuatan 2 unit fasilitas mandi cuci kakus (MCK) untuk dua kelompok masyarakat di Desa Santong, akhir pekan lalu. “Melihat antusias dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini patut kita apresiasi, karena sasaran dari program PNPM-GSC ini memang untuk pemberdayaan, Biaya Pembangunan MCK ini bersumber dari PNPM-GSC tahun 2012 sebesar Rp. 32.535.450 – untuk 1 Unitnya dengan waktu Pelaksanaan pembangunan 45 hari” ujar Saprudin.

Menurut Saprudin, pembuatan 2 MCK di Desa Santong ini setelah pihaknya menerima usulan dari masyarakat setempat dan setelah di lakukan survey ternyata memang layak dibangun di lokasi tersebut. Karena sebelumnya warga melakukan kegiatan mandi, mencuci dan buang air besar hanya dilakukan ditempat terbuka bahkan di aliran sungai dan tentu saja dampaknya sangat mencemarkan.

“Setelah kita menerima usulan dari masyarakat tentang apa keinginan dan kebutuhan mereka, kita langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisinya ternyata memang di lokasi tersebut layak untuk dibangun MCK ini, karena kita lihat dirumah-rumah penduduk disekitar lokasi tersebut masih banyak sekali yang tidak memiliki fasilitas MCK,” ujar Saprudin.

Untuk satu unit MCK ini dimanfaatkan dan dikelola oleh sekitar 20 Kepala keluarga yang ada di Dusun Mekarsari dan yang satu unitnya lagi di Dusun Santong Asli. “Mereka ini lah nanti yang bertanggung jawab terhadap perawatan MCK, dan untuk perawatannya kita sarankan kepada mereka untuk membuat jadwal gotong royong setiap minggunya,” papar Saprudin.

Disamping pembuatan 2 unit MCK, di lokasi tersebut juga diakukan kegiatan peningkatan Rabat jalan sepanjang 200 meter dan pengerjaan Drainase sepanjang 825 meter, Nilai Kegiatan sebesar Rp. 262,819,500 (Dua ratus enam puluh dua juta delapan ratus Sembilan belas ribu lima ratus rupiah ), DO UPK Rp. 5,533,000 ( Lima juta lima ratus tiga puluh tiga ribu rupiah) DO TPK Rp. 8,299,600 ( Delapan juta dua ratus Sembilan puluh Sembilan ribu enam ratus rupiah ) dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari.
Sementara itu Kepala Desa Santong,” Muhakim”, juga sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga masyarakat,. Oleh sebab itu dirinya sebagai pemimpin masyarakat Desa Santong menghimbau kepada seluruh warga untuk ikut berpartisipasi mensukseskan program PNPM ini. Apalagi Desa Santong salah satu Desa percontohan dalam pelaksanaan Kegiatan Program PNPM di Kecamatan Kayangan. (Yudik/Eko/Ari)
 
Baca Selengkapnya

Rabu, 10 Oktober 2012

PNPM Pariwisata Kembangkan Gerai Tenun Dan Komedi Rudat

R. Jambianom, Fasilitator PNPM Pariwisata Desa Bayan
Bayan - Pariwisata merupakan salah satu kegiatan usaha yang melibatkan semua komponen masyarakat ( Multi Stakholder ) dan memiliki Potensi yang sangat tinggi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Demikian dikatakan Fasilitator PNPM Pariwisata Desa Bayan kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Raden Jambianom, ketika ditemui 10/10/12. Menurutnya, untuk memberdayakan dan menarik minat para wisatawan berkunjung ke desa Bayan, Program Nasional Pembedayaan Masyarakat (PNPM) akan membantu pengembangan  gerai tenun dan komedi rudat tunas muda.

“Pada tahun anggaran 2012 /2013 desa Bayan akan memperoleh pendanaan dari PNPM untuk pengembangan pariwisata. Dan dana tersebut akan dimamfaatkan untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat khsususnya dibidang usaha yang menunjang kegiatan pariwisata di desa Bayan”, kata R. Jambianom, tanpa menyebut nominal anggaran yang akan diterima.

Untuk melaksanakan program ini, fasilitator desa mengawalinya dengan perencanaan kegiatan, karena mengingat permasalahan yang kita hadapi dalam pengembangan kepariwisataan ini cukup komplek. Namunyang paling mendasar adalah lemahnya Sumber Daya Manusia ( SDM ) dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kepariwisataan.

“Jadi kedepannya sangat perlu adanya sebuah kegiatan – kegiatan yang mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) terutama masyarakat di desa Bayan, dan untuk tahap pertama ini kita awali dengan pemeberdayaan kelompok gerai tenun dan kelompok kesenian rudat”, jelasnya.

Sebelum melakukan kegiatan, sambung R. Jambianom terlebih dahulu diawali dengan kajian dan analisa terutama terkait dengan pengembangan kepariwisataan di desa Bayan dengan metode diskusi dengan seluruh komponen masyarakat.

Dari hasil diskusi tersebut tercapailah kesimpulan terkait dengan berbagai permasalahan mendasar dalam pengembangan pariwisata serta solusi yaitu dengan melakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok usaha masyarakat.

Karenanya, diharapkan dengan adanya dana dari PNPM  Pariwisata , kelompok usaha yang dibina dapat meningkatkan keterampilan khususnya tenun serta melestarikan budaya lokal yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan kelompok  masyarakat dan mengurangi angka pengangguran khususnya di Desa Bayan.
Baca Selengkapnya

TPK PNPM MPd Desa Kayangan, Hibahkan Alat Molen

Kayangan - Ketua Tim Pengelola Kegiatan Program Nasional pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (TPK-PNPM MPd), desa Kayangan kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Abdurrahman Jumaidi, selasa 9/10/12 menyerahkan bantuan alat molen kepeda pemerintah desa Kayangan.

Penyerahan alat molen tersebut dilakukan seusai menggelar Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) di aula kantor desa setempat. Alat molen tersebut dihibahkan kepada pemerintah desa untuk dapat dikelola dan dimamfaatkan oleh masyarakat. ‘Bagi yang menggunakan molen tersebut hanya dikenakan biaya pemeliharaan. Namun semua itu kita serahkan aturannya di pemerintah desa”, kata Abdurrahman Jumaidi.

Selain molen juga alat ini dilengkapi dengan skop, ember dan cangkul. Semua peralatan yang diberikan dinilai cukup bermamfaat terutama bagi warga yang bekerja sebagai buruh bangunan. “Jadi siapa saja anggota masyarakat Kayangan yang memerlukan alat ini, silahkan menghubungi pemerintah desa ”pinta Jumaidi.

Sementara salah seorang tokoh pemuda Dusun Beraringan Marwan menyambut baik hibah tersebut. “Alat ini sudah teruji keberadaannya, karena pada bulan Mei-Juni 2012 lalu, alat ini pernah di gunakan untuk membantu proses pembuatan Jembatan Beraringan-Tanak Muat oleh TMD Mandiri hingga selesai.

Alat ini memang sangat memudahkan dalam membantu pekerjaan yang memerlukan tenaga banyak, sehingga dengan bantuan alat ini,  pekerjaan yang sebelumnya di rasakan sangat berat bisa teratasi dengan tidak menimbulkan kendala yang berarti. Sehingga hasil yang diharapkan pun akan menjadi maksimal.(Eko/ari).

Baca Selengkapnya

MDST PNPM-MPd Desa Kayangan Dinilai Berhasil

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd)  yang dilaksanakan di Desa Kayangan Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) dinilai berhasil melaksanakan program yang telah ditetapkan.
Penilain tersebut dikemukakan Kepala Desa Kayangan, Jamaan Aspari, dalam sambutannya pada acara Musyawarag Desa Serah Terima (MDST) yang berlangsung di aula kantor desa setempat, 9 Oktober 2012.
Menurutnya, PNPM-MPd berdampak positif bagi peningkatan prekonomian masyarakat, karena telah banyak berhasil melaksanakan pembangunan, yang bukan saja dibidang pisik, tapi juga dibidang pengembangan perekonomian masyarakat melalui dana Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP).
Melalui berbagai program kegiatan, lanjut Jamaan, PNPM-MPd di Desa Kayangan memberikan dampak nyata bagi keberhasilan dan kemajuan daerah. Dan khusus di Desa Kayangan, pada program 2012, telah berhasil membangun pengerasan jalan  yang menghubungkan antar  dusun Tanak Muat ke dusun Sejongga sepanjang 825 meter dari 600 meter yang direncanakan.
“Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa Kayangan patut kita acungkan jempol, karena mereka telah mampu melaksanakan program pengerasan yang semula direncanakan 600 meter, tapi mampu dikembangkan menjadi 825 meter, dan ini merupakan hasil yang sangat baik”, jelasnya memuji.
Dari hasil evaluasi pihak terkait, desa Kayangan merupakan salah satu desa yang terbaik dallam melaksanakan program yang didanai PNPM, jika dibandingkan dengan desa-desa lainnya  di wilayah Kecamatan Kayangan.
Dikatakan, program kegiatan yang dilaksanakan PNPM atau apapun namanya dimasa mendatang agar terus diawasi dan tidak berakhir sampai disini. “Teruskan program ini, karena mamfaatnya cukup dirasakan oleh masyarakat”, pintanya.
Selain itu diminta juga semua data yang menyangkut pelaksanaan program PNPM agar setiap akhir pelaksanaan kegiatan, dibuatkan semacam dokumen, sehingga ketika program nasional ini berakhir, bisa dijadikan data pembanding.
Camat Kayangan Tresnahadi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan MDST , merupakan prosedur yang harus dilakukan oleh PNPM, tidak hanya ditingkat desa,Kecamatan dan Kabupaten/Kota, bahkan kegiatan tersebut dilaksanakan juga di seluruh Indonesia.
Tujuannya,  selain untuk mengevaluasi program yang sudah dilakukan, juga sebagai ajang serah terima hasil pekerjaan program yang telah dilaksanakan pengurus  TPK di tingkat desa. Keberadaan PNPM-MPd dapat terus ditingkatkan di tengah-tengah masyarakat terutama ditingkat desa, sehingga dapat menurunkan angka pengangguran dan  kemiskinan.
Tresnahadi menilai, pembangunan yang dilaksanakan ditingkat desa (perdesaan) sangat penting artinya dalam rangka membangun masyarakat KLU seutuhnya. Karena mengingat sebagian besar masyarakat miskin yang nota bene 43,14 % di daerah yang bermotto Tioq Tata Tunaq ini berada di pedesaan. Karenanya, pemerintah melalui program PNPM-MPd ini memulainya dari tingkat desa,karena pembangunan desa dianggap tidak terpisahkan dari pembangunan nasional.
 “Saya menyambut baik bahwa desa ini cepat melaksanakan MDST,karena Tahun Anggaran 2012 ini akan segera berakhir pada bulan Desember, maka segala program yang masuk ke desa segera di selesaikan,“tandasnya.
Selain itu camat Kayangan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas keberhasilannya menyelesaikan program tahun 2012, sehingga berdasarkan volume rencana rabat jalan Tanak Muat-Sejongga dari 600 meter mampu dikembangkan menjadi 825 m dengan total anggaran biaya Rp.285.510.700. Sedangkan dana  GSC untuk Desa Kayangan sebesar Rp.109.479.700, sehingga total anggaran PNPM MPd/GSC yang masuk ke Desa Kayangan sebesar Rp.394.984.400.
Dengan di bukanya jalan Tanak Muat-Sejongga, akses jalan menuju ke wilayah tersebut tidak harus memutar melalui dusun Sidutan atau dusun Empak Mayong, karena sudah bisa di tempuh melalui jalan Beraringan menuju Tanak Muat-Sejongga. “Secara pribadi saya sangat bersyukur dengan pembukaan akses jalan Tanak Muat-Sejongga ini, sehingga tidak harus memutar lagi jika kita mau ke wilayah tersebut,“ kata Tresnahadi.
Selain pembukaan jalan Tanak Muat-Sejongga oleh PNPM-MPd , ada juga pengerasan jalan dari Empak Mayong-Sejongga. Melihat akses jalan ini sudah bagus, maka tugas selanjutnya  kita serahkan ke Pemda untuk pengaspalan.
MDST ini, selain dihadiri oleh camat dan kepala desa Kayangan, juga hadir pengurus PNPM kecamatan dan TPK serta puluhan tokoh masyarakat dan pemuda. (eko/ari)
Baca Selengkapnya

Selasa, 09 Oktober 2012

Selayang Pandang PNPM Indonesia

Meldi - Suara Komunitas
Lembaga asing selalu memberikan argumentasi tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pemberantasan kemiskinan dengan predikat sangat baik sejak krisis keuangan Asia dekade lalu. Banyak juga ahli Indonesia berpendapat tentang program PNPM sebagai faktor yang penting dalam mengentaskan kemiskinan itu. PNPM menganut pendekatan pemberdayaan komunitas (community empowerment) mampu memayungi semua program pengentasan kemiskinan yang dilakukan di Indonesia.

PNPM menganut pola transfer dana dan sumberdaya secara langsung kepada komunitas sehingga akuntabilitas dan transparansinya terkunci oleh sistem PNPM sendiri melalui pengawasan masyarakat, media, dan pengamat. Penerima manfaat diberi ruang untuk langsung melakukan komplain dengan memaparkan bukti-bukti. Media juga mempunyai ruang untuk memberitakan dan melakukan investigasi sederhana terhadap apa yang sedang berlangsung di PNPM. Sedangkan pengamat memberikan ulasan tentang metodologi, kesesuaian program dengan latar sosial, dan pola-pola rekayasa sosial yang memenuhi.

Proses pelaksanaan dan pengawasan berlangsung secara reversibel (interaksi antara masyarakat dengan pemerintah). Artinya, PNPM didesain dengan menggunakan sebuah sistem yang terkonsolidasi dengan capaian waktu dan elemen kerja yang terukur pada tingkat pelaksanan. Pada tingkat pengawasan, secara institusional program ini juga mempunyai mekanisme komplain yang merupakan mekanisme dari masyarakat, sedangkan negara menyiapkan internal auditor dari tingkat paling bawah Bawasda sampai pada level nasional BPKP.

PNPM melakukan itu karena target capaiannya yang begitu tinggi dalam mengurangi kemiskinan 8% pada tahun 2014. Sehingga secara nasional dan lokal terjadi terus menerus pengembangan serius mengenai pengelolaan pengetahuan, kritik yang muncul dalam berbagai pertemuan, dan pemberdayaan komunitas yang lebih besar. Lokal juga mengembangkan berbagai pola penganggaran yang sesuai melalui musrenbang dengan mendorong pemerintah level paling rendah untuk berperan dalam penguatan institusi lokal. Lalu pada waktu yang sesuai mempercayakan masyarakat dalam mengelola dana berbentuk block grant terutama untuk daerah terpencil dan kelompok marjinal.

PNPM terus melangkah maju dengan memperkuat dengan sejumlah agenda termasuk berbasis jender. Terutama dalam menjawab kebutuhan dasar perempuan terkait dengan air bersih, kesehatan keluarga, fasilitas pendidikan dengan membuka peluang bagi perempuan untuk terlibat baik dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Selain itu, PNPM juga membuka peningkatan ekonomi perempuan dengan memperbaiki akses perempuan terhadap pasar dengan pembiayaan mikro, memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan sehingga pendapatan mereka dapat meningkat. Tidak sekedar itu, peluang untuk berpartisipasi dalam keputusan dan perencanaan pembangunan akan menjadi sebuah langkah yang jitu.

Dalam kegiatan pembangunan berkelanjutan PNPM menganut pembangunan hijau. Hal yang konkrit yang bisa dilakukan mengenai penyediaan energi menggunakan PLTMH yang juga akan merawat catchment area di sekitar lokasi mikrohidro dibangun. Daerah catchment area merupakan syarat wajib untuk keberlangsungan mikrohidro. Berbagai kegiatan lain yang relevan adalah pengendalian erosi, rehabilitasi hutan dan tanah, dan konsevasi hutan, dan perencanaan tata ruang hijau dalam bentuk ekonomi hijau:eco-tourism dan produk non-timber.

PNPM memang sedang tumbuh, namun tetap harus diawasi melalui empat penjuru angin: masyarakat, media, pengamat, dan mekanismenya sendiri.
Baca Selengkapnya

Sabtu, 01 September 2012

Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

GANGGA (KM Murmas) – Semangat gotong royong dan persaudaraan warga Dasan Bangket Desa Bentek Kecamatan Gangga masih tinggi. Terbukti beberapa hari lalu mereka bersama-sama gotong royong memperbaiki akses jalan dari kampung menuju ke lahan-lahan perkebunan warga yang rusak akibat curah hujan yang cukup deras pada musim hujan beberapa bulan yang lalu. 
 
Warga setempat sering mengeluhkan buruknya jalan menuju ke areal-areal perkebunan, karena mereka mengalami kesulitan membawa hasil panen. Keadaan itu kemudian diadukan ke pemerintah desa tahun lalu. Gayung pun bersambut tahun 2012  Dusun Dasan Bangket menjadi salah satu dusun di Desa Bentek yang mendapat dana PNPM Perdesaan. Anggaran PNPM ini mereka alokasikan untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Dengan swadaya tenaga warga setempat berinisiatif memperbaiki jalan dengan cara bergotong royong, karena badan jalan mengalami kerusakan di sepanjang ruas. Aksi gotong royong warga ini digelar mulai pagi sampai siang hari. Mereka tampak antusias memperbaiki jalan yang selama ini menjadi kendala mereka mengangkut hasil panen dari areal kebun. Tampak sebagian warga menimbun lubang-lubang jalan yang menganga di sepanjang ruas menggunakan tanah, pasir, dan batu bata. Bahkan ada mereka yang mengangkut material bata dengan menggunakan motor warga lainnya.

Dari informasi yang dihimpun Murmas, aksi gotong royong ini diikuti ratusan warga mulai anak-anak, remaja sampai orang tua dan dikomandoi langsung oleh Masrudin, Kepala Dusun Dasan Bangket. Menurut Nasrudin, yang dihubungi kemarin, mengatakan, dirinya ikut andil bagian dalam gotong royong memperbaiki jalan tersebut untuk kelancaran berkendara ke areal-areal perkebunan. Adanya jalan yang baik, lanjut Nasrun, akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Bisa dibayangkan bagaimana pertumbuhan ekonomi masyarakat telah memiliki jalan yang bagus. Mereka sangat cepat pertumbuhannya. Tapi kita masih jalan di tempat saja. Salah satu faktornya tidak ada jalan yang layak dilewati kendaraan selama ini, ” ungkapnya.

Sedangkan Masrudin, mengungkapankan, pembangunan infrastruktur merupakan upaya mendorong dan memacu ghirah masyarakat dalam membangun pelbagai sektor kehidupan dalam kehidupan sehari-hari. Gairah masyarakat perlu didorong untuk membangkitkan semangat mereka guna meningkatkan derajat perekonomian keluarga.  Disamping harus dibarengi dengan proses pembangkitan mental masyarakat dengan  pembinaan yang kontinyu dan berkelanjutan. Upaya pembinaan ini harus menyentuh sektor-sektor kehidupan masyarakat seperti sektor ekonomi dan sektor pertanian.

Beragam cara mesti kita tempuh untuk mengimplementasikan misi peningkatan taraf hidup masyarakat. Pasalnya banyak masyarakat grassroot terutama yang berdomisili di wilayah pedalaman dan pelosok-pelosok desa tak ayal seringkali luput dari perhatian pemerintah. Sehingga mereka perlu didampingi dan dibina agar berkembang laiknya masyarakat yang tinggal wilayah perkotaan. “Warga kami masih banyak yang hidup miskin. Ini perlu menjadi perhatian khusus pemerintah maupun pihak-pihak terkait lainnya. Kita perlu bersama-sama memikirkan jalan keluar pengentasan kemiskinan ini, ” tururnya.
          
Baca Selengkapnya